Parepare – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Parepare mengedepankan pendekatan humanis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas. Edukasi langsung kepada pengendara, terutama pelajar, menjadi salah satu upaya mencegah pelanggaran sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
Kegiatan tersebut dilakukan personel Satlantas Polres Parepare dengan memberikan teguran, arahan, serta edukasi kepada pengendara yang ditemukan belum tertib berlalu lintas pada Minggu, 6 September 2026.
Pendekatan itu mengusung pesan “Teguran Humanis, Keselamatan Jalan Utama”. Polisi tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi berupaya membangun kesadaran pengendara agar mematuhi aturan karena memahami pentingnya keselamatan.
Kasatlantas Polres Parepare AKP Dr. Rusdi Yunus, S.H., M.H., mengatakan pola pendekatan persuasif dan edukatif diperlukan untuk membangun kepatuhan masyarakat dari tingkat paling dasar.
Menurut dia, teguran yang diberikan petugas merupakan bagian dari upaya pencegahan sebelum pelanggaran berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.
“Kami ingin membangun kesadaran masyarakat dari hulu. Teguran humanis ini kami lakukan agar masyarakat patuh berlalu lintas bukan karena takut ditilang, tetapi karena memahami bahwa keselamatan adalah hal yang utama,” ujar Rusdi.
Menurutnya, edukasi juga perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Salah satu pesan yang terus disampaikan kepada pelajar adalah pentingnya menggunakan helm ketika mengendarai maupun menjadi penumpang sepeda motor.
“Cukup satu kali jatuh tanpa helm bisa berakibat fatal. Karena itu, edukasi sejak dini menjadi penting agar penggunaan helm tidak dianggap sebagai beban, tetapi sebagai perlindungan diri,” katanya.
Di lapangan, petugas memberikan perhatian khusus kepada pengendara usia sekolah. Polisi mengingatkan pelajar mengenai kewajiban menggunakan helm, mematuhi rambu dan marka jalan, serta menghindari perilaku berkendara yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Pesan yang ditekankan ialah “Cegah Pelanggaran, Jaga Pelajar Kita.”
Pelajar merupakan kelompok yang mendapat perhatian dalam edukasi keselamatan lalu lintas. Selain faktor usia dan pengalaman berkendara, rendahnya pemahaman terhadap risiko di jalan dapat meningkatkan potensi terjadinya pelanggaran.
Ps. Kanit V PPA Polres Parepare Aiptu Dewi Natalia Noya, S.H., menilai perlindungan terhadap anak dan pelajar membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
“Anak-anak dan pelajar merupakan kelompok yang perlu mendapat perhatian bersama. Edukasi keselamatan harus dilakukan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun saat mereka berada di jalan,” ujar Dewi.
Ia menambahkan, pendekatan yang komunikatif akan membantu pelajar memahami alasan di balik setiap aturan, bukan hanya mengetahui bahwa aturan tersebut wajib dipatuhi.
“Ketika pelajar memahami risiko dan konsekuensinya, harapannya mereka bisa membangun kebiasaan berkendara yang lebih aman. Keselamatan harus menjadi bagian dari perilaku sehari-hari,” katanya.
Karena itu, pengawasan dari orang tua dan pihak sekolah dinilai tetap penting. Polisi tidak dapat bekerja sendiri dalam membentuk budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda.
Selain menyasar pelajar, edukasi Satlantas juga diberikan kepada pengendara secara umum. Petugas mengingatkan masyarakat agar membawa dan melengkapi dokumen kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan, tidak menggunakan knalpot yang mengganggu, tidak melawan arus, serta menghormati pengguna jalan lainnya.
Kasat Reskrim Polres Parepare AKP Muhammad Saleh, S.E., M.H., mengatakan pendekatan pencegahan dan edukasi perlu berjalan beriringan dengan penegakan hukum.
“Edukasi merupakan langkah penting untuk mencegah masyarakat melakukan pelanggaran. Namun, terhadap tindakan yang membahayakan keselamatan atau memenuhi unsur pelanggaran hukum, penegakan aturan tetap diperlukan,” ujar Muhammad Saleh.
Menurut dia, kesadaran hukum tidak cukup dibangun melalui tindakan represif. Masyarakat juga perlu memahami dampak dari perilaku yang dilakukan, terutama ketika pelanggaran tersebut dapat mengancam keselamatan orang lain.
“Tujuan akhirnya bukan semata-mata memberikan sanksi, tetapi menciptakan kepatuhan dan kesadaran. Masyarakat diharapkan memahami bahwa aturan dibuat untuk melindungi kepentingan bersama,” katanya.
Satlantas Polres Parepare berharap pendekatan humanis tersebut dapat memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus membangun budaya keselamatan berlalu lintas di Kota Parepare.
Kapolres melalui jajaran Satlantas juga mendorong sinergi antara kepolisian, keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat dalam memberikan edukasi kepada generasi muda.
Sebab, keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada keberadaan petugas. Kepatuhan setiap pengguna jalan menjadi faktor penting dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan nyaman.
“Jika semua tertib, maka Parepare akan menjadi kota yang aman dan nyaman untuk berkendara,” ujar Rusdi.
Ia menegaskan, kepolisian akan terus mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi, tanpa mengesampingkan penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Keselamatan bukan hanya tugas polisi. Ini tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.
