_4 personel turun langsung ke jalan, pasar, dan tempat keramaian. Warga diajak jadi “mata dan telinga” jaga kamtibmas_
*PARE, —* Suasana sore di sejumlah ruas jalan utama Kota Parepare terlihat berbeda. Kehadiran personel berseragam Sat Samapta Polres Parepare menyapa warga dari Jl. Andi Makkasau hingga Jl. Jend. Ahmad Yani.
Bukan razia, bukan penindakan. Kali ini mereka datang untuk berdialog.
Sat Samapta Polres Parepare kembali menggelar patroli dialogis. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, atau kamtibmas, di wilayah hukum Polres Parepare.
Kegiatan tersebut melibatkan 4 personel. Patroli dipimpin oleh Danru Aiptu Jamaluddin. Tiga anggota lainnya yang ikut dalam tim yakni Aipda Asri Hamzah, Bripda Muh Anwar, dan Bripda Randy Habi.
*Sasaran Patroli: Dari Jalan Protokol Sampai Pusat Perbelanjaan*
Berbeda dengan patroli rutin yang hanya melintas, kali ini tim Sat Samapta menyasar titik-titik yang selama ini dianggap memiliki kerawanan.
Enam ruas jalan menjadi fokus utama. Di antaranya Jl. Andi Makkasau, Jl. Veteran, Jl. Andi Isa, Jl. Pemuda, Jl. H.A.M Arsyad, dan Jl. Jend. Ahmad Yani. Keenam jalan ini merupakan jalur yang padat aktivitas warga, baik siang maupun malam.
Tak berhenti di jalan raya. Tim juga menyambangi tempat-tempat yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Mulai dari lokasi keramaian, kawasan pemukiman warga, hingga pusat perbelanjaan.
Tujuannya jelas. Memastikan seluruh aktivitas masyarakat berjalan aman, dan kehadiran polisi dapat dirasakan langsung oleh warga.
Di setiap titik, personel tidak hanya duduk di atas kendaraan dinas. Mereka turun, menghampiri warga, pedagang, hingga pengunjung pusat perbelanjaan.
*Dialogis dan Imbauan, Bukan Sekadar Patroli*
Pendekatan humanis menjadi kunci dalam kegiatan ini. Anggota Sat Samapta membuka percakapan dengan warga. Membahas situasi lingkungan, hingga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
“Intinya kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya masing-masing,” demikian isi imbauan yang disampaikan personel di lapangan.
Model patroli dialogis ini sengaja dipilih. Harapannya, tembok pemisah antara polisi dan masyarakat bisa semakin tipis. Warga tidak canggung untuk menyampaikan informasi, dan polisi bisa lebih cepat mengetahui potensi masalah di lapangan.
*”Kami Akan Terus Gencarkan” – Kasat Samapta*
Kasat Samapta Polres Parepare AKP Muh. Habir, S.H menegaskan, patroli dialogis adalah salah satu strategi utama satuan yang dipimpinnya untuk menciptakan situasi aman.
> “Kegiatan ini kami lakukan untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Selain memantau, personel juga berdialog dan memberikan imbauan kepada warga agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya,” ujar AKP Muh. Habir, S.H.
Menurutnya, mencegah lebih baik daripada menindak. Dengan hadir lebih awal di tengah masyarakat, potensi gangguan bisa diminimalisir sejak dini.
> “Kami akan terus gencarkan patroli dialogis secara rutin, terutama di jam-jam dan lokasi yang rawan. Tujuannya agar masyarakat merasa aman dalam beraktivitas,” lanjutnya.
Pernyataan ini sejalan dengan arahan pimpinan Polri yang mendorong anggota untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang menyentuh langsung.
*Hasil di Lapangan: Aman, Tertib, dan Lancar*
Setelah menyisir sejumlah lokasi selama beberapa jam, situasi di lapangan berjalan sesuai harapan. Aktivitas masyarakat terpantau berlangsung tertib dan aman. Tidak terlihat adanya kerumunan yang berpotensi memicu gangguan.
Kabar baik juga datang dari sisi lalu lintas. Arus kendaraan di enam ruas jalan yang menjadi sasaran patroli dilaporkan berjalan tertib dan lancar. Tidak ada kemacetan ataupun kejadian yang menghambat mobilitas warga.
Patroli dialogis ini menjadi bukti bahwa tugas menjaga keamanan tidak hanya dilakukan lewat penindakan. Terkadang, secangkir obrolan dan imbauan langsung di tengah warga justru menjadi cara paling efektif untuk menjaga Parepare tetap aman.
