Tak Ada Tilang, 10 Pengendara di Parepare Tetap Ditegur dalam Operasi Patuh Pallawa

PAREPARE – Keselamatan di jalan raya tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan dan infrastruktur, tetapi juga pada kedisiplinan setiap pengguna jalan. Pelanggaran yang kerap dianggap sepele, seperti menggunakan ponsel saat berkendara atau tidak mengenakan helm standar, dapat meningkatkan risiko kecelakaan serius.

Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan Operasi Patuh Pallawa 2026 yang digelar Polres Parepare di Jalan Agus Salim, tepatnya di depan Gedung Islamic Center, Kelurahan Labukkang, Kecamatan Ujung, Jumat (6/11/2026).

Dalam operasi yang berlangsung sekitar pukul 08.45 Wita itu, petugas memberikan teguran kepada 10 pengguna jalan. Sementara itu, tidak ada penindakan berupa tilang maupun penyitaan barang bukti.

Operasi ini menitikberatkan pada delapan jenis pelanggaran yang dinilai berpotensi memicu kecelakaan fatal. Di antaranya penggunaan ponsel ketika mengemudi, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang pada sepeda motor, serta tidak menggunakan helm standar dan sabuk pengaman.

Perhatian juga diarahkan pada pengemudi yang berkendara di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, melampaui batas kecepatan, hingga kendaraan dengan muatan atau dimensi berlebih.

Kasat Lantas Polres Parepare AKP Dr. Rusdi Yunus mengatakan, keselamatan berlalu lintas membutuhkan kesadaran dari setiap pengguna jalan. Kepatuhan terhadap aturan bukan semata-mata untuk menghindari sanksi, melainkan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

“Keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, setiap pengendara perlu memahami bahwa pelanggaran sekecil apa pun dapat membawa risiko bagi keselamatan, baik dirinya sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Rusdi.

Selain pengawasan terhadap pelanggaran, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai keselamatan berkendara melalui penyampaian informasi dan pembagian brosur. Teguran diberikan kepada pengguna jalan yang ditemukan tidak mematuhi ketentuan lalu lintas.

Tidak adanya tilang dalam pelaksanaan operasi kali ini menunjukkan bahwa hasil pengawasan tidak selalu harus diukur dari jumlah sanksi yang dijatuhkan. Kesadaran pengendara untuk mematuhi aturan menjadi hal penting dalam menciptakan lalu lintas yang lebih aman.

Melalui Operasi Patuh Pallawa 2026, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menggunakan perlengkapan keselamatan, menjaga kecepatan, serta menghindari perilaku berkendara yang membahayakan.

Sebab, satu keputusan ceroboh di jalan raya bukan hanya mempertaruhkan keselamatan pengemudi, tetapi juga nyawa orang lain.

Posted in Headline and tagged .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *