PPID Polres Parepare
PAREPARE – Proses pemeriksaan administrasi awal calon siswa (casis) Polri tahun 2026 di Polres Parepare berlangsung ketat dan transparan. Sebanyak 72 putra-putri daerah mengikuti tahapan verifikasi dokumen dan pemeriksaan tinggi badan yang digelar di lantai 2 Mapolres Parepare, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan seleksi tingkat Panitia Bantuan Penerimaan (Pabanrim) Polres Parepare. Pada hari pertama, pemeriksaan diikuti 60 casis Bintara Polri Tugas Umum serta 2 calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol).
Sementara itu, tahap lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Rabu (1/4/2026) dengan peserta sebanyak 10 orang casis Bintara Kompetensi Khusus.
Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yuda, turun langsung memantau jalannya proses seleksi guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur dan prinsip transparansi.
Di sela pemantauan, Kapolres juga memberikan motivasi kepada para peserta agar tetap percaya diri dan tidak mudah terpengaruh praktik percaloan.
“Tidak usah percaya kepada calo. Tetap optimis dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Persiapkan segalanya dengan baik, baik fisik maupun mental, serta jangan lupa doa restu orang tua,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kegagalan dalam seleksi bukanlah akhir dari segalanya. Menurutnya, tidak sedikit peserta yang telah berulang kali mengikuti seleksi demi meraih cita-cita menjadi anggota Polri.
“Kalau memang memiliki tekad kuat untuk mengabdi, jalani setiap tahapan dengan tekun, fokus, dan penuh semangat. Buang jauh-jauh kata gagal dari setiap langkah,” pesannya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Parepare, AKP Suhendarwadi, menjelaskan bahwa pemeriksaan administrasi dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan pihak eksternal.
Pemeriksaan tersebut meliputi verifikasi KTP, Kartu Keluarga, dan akta kelahiran oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), pemeriksaan ijazah dan SKHU oleh Dinas Pendidikan, serta pemeriksaan berkas administrasi dan pengukuran tinggi serta berat badan oleh tim Pabanrim Polres Parepare.
“Pelibatan pihak eksternal merupakan bentuk transparansi. Selain itu, pengawasan juga dilakukan oleh Si Propam untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prinsip BETAH,” jelasnya.
Ia menambahkan, casis yang dinyatakan memenuhi syarat pada tahap awal ini akan melanjutkan seleksi ke tingkat Polda Sulawesi Selatan.
Dengan sistem pengawasan berlapis dan keterlibatan lintas instansi, proses seleksi diharapkan berlangsung objektif, transparan, serta mampu menghasilkan calon anggota Polri yang profesional dan berkualitas.
