Wakapolres Parepare Tegaskan Polisi Siap Kawal Musim Tanam 2026/2027

PAREPARE — Memasuki musim tanam 2026/2027, sinergi antara pemerintah, petani, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan kembali diperkuat. Polres Parepare memastikan pendampingan terhadap petani akan terus dilakukan agar proses pertanian di wilayah tersebut berlangsung aman hingga masa panen.

Komitmen itu disampaikan Wakapolres Parepare Kompol Saharuddin, S.H., M.H., M.Si., saat mewakili Kapolres Parepare menghadiri Tudang Sipulung, Tudang Laongruma Musim Tanam 2026/2027 di Rumah Kembar, Jalan Jenderal Muhammad Yusuf, Kelurahan Wattang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Parepare, Rabu (16/9/2026).

Forum yang digelar Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah dan petani dalam membahas persiapan menghadapi musim tanam.

Tradisi Tudang Sipulung juga menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat yang memiliki fungsi lebih luas. Tidak sekadar menjadi agenda menjelang turun ke sawah, forum tersebut menjadi sarana menyamakan pandangan mengenai berbagai kebutuhan dan tantangan pertanian.

Wakapolres Parepare menilai pola komunikasi seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan.

“Kami dari Polres Parepare sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan Tudang Sipulung, Tudang Laongruma ini. Ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi merupakan forum musyawarah yang sangat penting untuk menyatukan persepsi antara pemerintah, petani, dan seluruh stakeholder dalam menghadapi musim tanam 2026/2027,” ujar Saharuddin.

Menurut Saharuddin, dukungan terhadap sektor pertanian tidak berhenti pada kehadiran aparat dalam forum. Polri juga memiliki peran di lapangan melalui jajaran Bhabinkamtibmas yang tersebar di setiap kelurahan.

Bhabinkamtibmas akan bersinergi dengan Babinsa serta penyuluh pertanian untuk mendampingi kelompok tani sesuai kebutuhan di wilayah masing-masing.

“Kehadiran Polri di sini adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. Kami akan mengawal mulai dari proses tanam hingga panen agar berjalan aman dan lancar,” katanya.

Ia mengatakan pendampingan tersebut diharapkan mampu menjaga komunikasi antara petani dengan pemerintah maupun stakeholder terkait. Dengan begitu, berbagai persoalan yang muncul selama proses pertanian dapat lebih cepat diketahui dan dicarikan solusi.

“Bhabinkamtibmas kami yang ada di setiap kelurahan akan bersinergi dengan penyuluh pertanian untuk memberikan pendampingan kepada kelompok tani,” lanjutnya.

Dalam forum tersebut, perhatian terhadap petani juga ditunjukkan melalui penyerahan sejumlah bantuan dan perlindungan sosial.

Salah satunya berupa santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp42 juta kepada Hasnawati selaku ahli waris almarhum Abdul Rahman, anggota Kelompok Tani Cemara, Kelurahan Lemoe.

Selain itu, turut diserahkan kartu aktif kepada Farman Tapa selaku Ketua Kelompok Tani Masagenae serta bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi dua lansia, Lagimpe dan Saya Bundung.

Bagi Polres Parepare, perlindungan sosial tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat yang bekerja di sektor pertanian.

“Kami turut berbahagia dengan adanya penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris petani. Ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi petani kita,” ujar Saharuddin.

Ia berharap perlindungan terhadap petani tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menyentuh aspek keamanan dan kesejahteraan mereka.

“Kami berharap program ini terus berlanjut sehingga petani merasa aman dan terlindungi saat bekerja,” tambahnya.

Tudang Sipulung musim tanam kali ini turut dihadiri Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid, S.E., M.H. serta sejumlah unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan.

Hadir pula perwakilan Dandim 1405/Parepare, perwakilan Kejaksaan Negeri Parepare, perwakilan Pengadilan Negeri Parepare, Kepala BPS Parepare Dian Ernawati, S.ST., M.AP., unsur Bulog, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Sulselbar, BRMP Umbi Parepare, jajaran pemerintah daerah, Direktur RSUD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, camat, lurah, hingga penyuluh pertanian.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa persoalan pertanian membutuhkan kerja bersama. Mulai dari produksi, perlindungan petani, pendampingan hingga menjaga kondisi wilayah tetap aman.

Bagi masyarakat petani, musim tanam bukan hanya persoalan kapan benih ditanam. Ketersediaan dukungan, kondisi lingkungan, pendampingan serta kepastian keamanan turut menentukan kelancaran aktivitas pertanian.

Karena itu, komunikasi melalui forum seperti Tudang Sipulung menjadi penting untuk membangun kesepahaman sebelum aktivitas pertanian memasuki tahap berikutnya.

Saharuddin berharap musim tanam 2026/2027 dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang baik bagi petani di Parepare.

Polres Parepare, kata dia, akan terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar aktivitas pertanian dapat berlangsung tanpa gangguan.

“Semoga musim tanam 2026/2027 ini membawa berkah, hasil panen melimpah dan kesejahteraan petani di Kota Parepare semakin meningkat,” katanya.

“Polres Parepare siap menjaga agar seluruh rangkaian pertanian berjalan dalam situasi yang aman dan kondusif,” pungkasnya.

Dengan dimulainya musim tanam 2026/2027, perhatian terhadap sektor pertanian di Parepare pun memasuki fase baru. Tantangannya bukan semata memastikan petani dapat turun ke sawah, tetapi bagaimana seluruh ekosistem pertanian bergerak bersama hingga hasilpanen benar-benar memberi dampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Posted in Berita and tagged , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *