Polisi Sahabat Anak Parepare Kenalkan Keselamatan Lalu Lintas kepada Siswa TK

Parepare — Anak-anak Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Mulia Hati Parepare mendapat pelajaran tentang keselamatan jalan melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak), Selasa (22/9/2026).

Satlantas Polres Parepare mengajak para siswa mengikuti outing class yang dikemas dengan materi edukasi tertib berlalu lintas. Anak-anak dikenalkan pada rambu lalu lintas, pentingnya menggunakan helm, serta aturan keselamatan yang perlu dipahami sejak dini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Parepare IPTU Sumiati, S.H.,  bersama AIPDA H. Aswar, S.Sos. Materi disampaikan menggunakan pendekatan yang disesuaikan dengan usia anak, termasuk melalui video animasi.

Menurut IPTU Sumiati, edukasi lalu lintas tidak perlu menunggu anak cukup umur untuk berkendara. Anak-anak sudah menjadi bagian dari pengguna jalan ketika berjalan kaki atau bepergian bersama orang tua sehingga pemahaman keselamatan perlu dibangun sejak dini.

“Anak-anak memang belum berkendara sendiri, tetapi mereka sudah menjadi bagian dari pengguna jalan. Karena itu, pemahaman tentang keselamatan perlu dikenalkan sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan mudah mereka pahami,” kata IPTU Sumiati.

Pengenalan rambu menjadi salah satu materi utama. Anak-anak diajak memahami bahwa rambu bukan sekadar gambar di pinggir jalan, tetapi petunjuk yang membantu pengguna jalan mengetahui aturan dan kondisi lalu lintas.

Petugas juga menekankan penggunaan helm sejak dini, Kebiasaan menggunakan perlengkapan keselamatan saat menjadi penumpang sepeda motor diharapkan dapat tumbuh melalui contoh dan pembiasaan di lingkungan keluarga.

Selain itu, siswa mendapat penjelasan mengenai penggunaan sepeda listrik. Mereka dikenalkan pada pentingnya memperhatikan aturan dan keselamatan sebelum menggunakan kendaraan tersebut di lingkungan jalan.

Agar materi lebih mudah diterima, edukasi dikemas melalui media visual berupa video animasi. Pendekatan ini membuat pembelajaran lalu lintas lebih dekat dengan karakter anak-anak sekaligus membuka interaksi positif antara polisi dan peserta didik.

Menurut IPTU Sumiati, tujuan edukasi tersebut bukan sekadar membuat anak hafal bentuk atau nama rambu. Lebih jauh, mereka diharapkan mulai memahami bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk menjaga keselamatan.

“Yang ingin dibangun bukan sekadar anak mengetahui nama atau bentuk rambu, tetapi bagaimana mereka mulai memahami bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk menjaga keselamatan,” ujarnya.

Pesan keselamatan itu kemudian diharapkan berlanjut di lingkungan keluarga. Orang tua memiliki peran penting untuk memberi contoh, mulai dari menggunakan helm hingga mematuhi rambu dan aturan ketika berkendara.

Melalui Polisi Sahabat Anak Parepare, Satlantas Polres Parepare berupaya mengenalkan lalu lintas dengan cara yang ramah anak. Edukasi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan tertib sebelum anak mengenal kendaraan dan jalan raya secara lebih luas.

Sebab, keselamatan lalu lintas tidak selalu dimulai ketika seseorang memegang kemudi. Kadang, pelajaran paling penting justru dimulai dari seorang anak yang

tahu mengapa helm harus dipakai dan mengapa rambu harus dipatuhi. (*)

Posted in Berita and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *