Kapolres Parepare Tegas: Polisi Dilarang Arogan, Pelayanan Humanis Jadi Prioritas

PAREPARE – Polres Parepare mulai memperkuat implementasi program Polisi Bersama Masyarakat sebagai upaya mendekatkan kepolisian dengan warga. Namun, Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan menegaskan bahwa program tersebut tidak boleh berhenti pada slogan dan pemasangan spanduk.

Ia meminta seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis serta memastikan masyarakat merasakan langsung kualitas pelayanan kepolisian.

Sosialisasi program itu mulai terlihat di sejumlah titik strategis di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Spanduk terpasang di depan Markas Komando (Mako) Polres Parepare, Jalan Andi Mappatola, kawasan Pelabuhan Nusantara, serta sejumlah kantor polsek jajaran, termasuk Polsek Ujung, Polsek Bacukiki, dan Polsek Soreang.

Pemasangan spanduk tersebut menjadi bagian dari pengenalan arah kebijakan kepolisian yang menekankan kedekatan dengan masyarakat. Meski demikian, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada pelaksanaannya dalam tugas sehari-hari.

Kapolres Parepare Ingatkan Personel Tidak Arogan

AKBP Phunky Mahendra Borniawan menekankan bahwa hubungan antara polisi dan masyarakat harus dibangun melalui pelayanan yang baik, komunikasi terbuka, serta kehadiran petugas yang dapat diandalkan.

Menurut dia, menjaga keamanan memang membutuhkan sinergi antara kepolisian dan warga. Namun, hubungan tersebut harus diikuti dengan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Sinergi tetap penting, terutama dalam menjaga situasi keamanan di daerah. Namun, yang paling utama adalah bagaimana masyarakat dapat merasakan keamanan dan pelayanan yang baik,” ungkap Phunky.

Kapolres juga mengingatkan personel agar tidak menggunakan pendekatan arogan ketika berhadapan dengan masyarakat. Ia meminta setiap anggota memahami kondisi warga dan menjalankan tugas secara profesional tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan.

“Tolong pahami masyarakat. Jangan arogan kepada masyarakat, lakukan secara humanis setiap menghadapi masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menempatkan perilaku personel sebagai salah satu aspek penting dalam membangun kepercayaan publik. Sebab, interaksi langsung antara polisi dan warga kerap menjadi tolok ukur masyarakat dalam menilai kualitas pelayanan kepolisian.

Bukan Sekadar Slogan, Pelayanan Harus Dirasakan Warga

Program Polisi Bersama Masyarakat menggarisbawahi pentingnya hubungan kepolisian dengan warga yang tidak hanya terjalin ketika terjadi tindak kriminal atau gangguan keamanan.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat juga perlu diwujudkan melalui komunikasi yang mudah diakses, penanganan aduan secara responsif, serta pelayanan publik yang adil dan solutif.

Dalam konteks tersebut, pemasangan spanduk sosialisasi menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan pesan program tercermin dalam tindakan personel, baik ketika bertugas di lapangan maupun saat memberikan pelayanan di kantor kepolisian.

Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa laporan mereka ditanggapi, persoalan yang disampaikan ditangani sesuai prosedur, dan setiap warga memperoleh perlakuan yang layak tanpa sikap diskriminatif.

Pendekatan humanis juga tidak berarti mengabaikan penegakan hukum. Polisi tetap harus bertindak tegas sesuai aturan, tetapi pelaksanaan tugas perlu dilakukan secara profesional, proporsional, dan menghormati hak masyarakat.

Dengan demikian, kedekatan polisi dan warga tidak hanya dibangun melalui kegiatan seremonial, tetapi melalui konsistensi dalam menjalankan tugas serta menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kepercayaan Publik Menjadi Tantangan

Bagi Polres Parepare, implementasi program ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian di wilayah hukumnya.

Pesan yang disampaikan Kapolres menegaskan bahwa setiap personel memiliki peran dalam membangun citra institusi. Sikap petugas saat menerima pengaduan, berkomunikasi dengan warga, hingga menangani persoalan keamanan dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat.

Karena itu, keberhasilan program Polisi Bersama Masyarakat tidak cukup diukur dari banyaknya spanduk yang terpasang. Ukuran yang lebih penting ialah sejauh mana warga merasakan pelayanan yang lebih baik, respons yang cepat, serta sikap personel yang humanis.

Polres Parepare diharapkan dapat menerjemahkan program tersebut menjadi praktik pelayanan yang konsisten sehingga hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin terbuka, kuat, dan saling percaya. (*)

Posted in Berita and tagged , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *