Parepare — Pengawasan remaja menjadi salah satu perhatian dalam upaya mencegah aksi balap liar di Kota Parepare. Selain mengintensifkan patroli Blue Light di sejumlah titik rawan, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Parepare mengingatkan orang tua agar turut mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Pengawasan keluarga dinilai penting untuk mendukung upaya pencegahan perilaku berisiko di jalan raya, termasuk balapan liar yang dapat membahayakan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.
Sat Lantas Polres Parepare melaksanakan patroli Blue Light di sejumlah ruas jalan protokol dan area yang disebut kerap menjadi tempat berkumpulnya para pemuda pada malam hingga dini hari. Kegiatan ini diarahkan untuk mengantisipasi potensi balap liar sekaligus meningkatkan kehadiran petugas di lapangan.
Orang Tua Berperan dalam Pengawasan Aktivitas Remaja
Kasat Lantas Polres Parepare, AKP Rusdi Yunus, mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka. Pengawasan tersebut penting terutama ketika anak beraktivitas di luar rumah pada malam hari.
Keterlibatan orang tua menjadi salah satu langkah pencegahan yang dapat berjalan beriringan dengan patroli kepolisian. Keluarga dapat membantu mengingatkan remaja tentang risiko balap liar, pentingnya menaati aturan lalu lintas, serta konsekuensi yang mungkin timbul dari perilaku berkendara secara berbahaya.
Pengawasan tidak hanya berarti membatasi waktu anak berada di luar rumah, tetapi juga membangun komunikasi agar remaja memahami pentingnya keselamatan diri dan orang lain. Dengan komunikasi yang baik, orang tua dapat mengetahui kegiatan anak sekaligus mengingatkan mereka untuk menghindari aktivitas yang berpotensi membahayakan.
Imbauan tersebut juga menempatkan keluarga sebagai bagian dari upaya bersama menjaga ketertiban di jalan raya. Pencegahan balap liar tidak hanya bergantung pada keberadaan petugas, tetapi membutuhkan kepedulian masyarakat terhadap perilaku berlalu lintas di lingkungan sekitarnya.
Patroli Blue Light Antisipasi Balap Liar
Selain menyampaikan imbauan kepada masyarakat, Sat Lantas Polres Parepare mengintensifkan patroli Blue Light di sejumlah titik yang dinilai rawan balap liar dan kecelakaan lalu lintas.
Patroli tersebut menggunakan kendaraan kepolisian dengan lampu rotator biru menyala. Kehadiran personel di jalan diharapkan dapat membantu mencegah pelanggaran, memantau situasi lalu lintas, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
AKP Rusdi Yunus mengatakan, patroli difokuskan pada lokasi yang dinilai rawan aksi balap liar maupun kecelakaan lalu lintas. Menurut dia, balapan liar memiliki risiko tinggi karena dapat mengancam keselamatan pelaku dan pengguna jalan lain.
“Patroli Blue Light ini kita fokuskan pada lokasi-lokasi yang dinilai rawan terjadinya aksi balapan liar dan kecelakaan lalu lintas. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat mencegah niat para pelaku balap liar yang sangat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Kehadiran polisi melalui patroli preventif menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas. Namun, upaya tersebut perlu didukung kepatuhan pengendara dan kesadaran masyarakat agar keselamatan di jalan dapat dijaga bersama.
Remaja Diingatkan Mematuhi Aturan Lalu Lintas
Dalam pelaksanaan patroli, petugas juga memberikan imbauan secara humanis kepada pengendara agar mematuhi peraturan lalu lintas. Pengendara diingatkan menggunakan helm standar dan tidak mengonsumsi alkohol sebelum atau saat berkendara.
Pesan tersebut penting bagi seluruh pengguna jalan, termasuk kalangan remaja yang mulai aktif mengendarai kendaraan bermotor. Mengabaikan aturan lalu lintas dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan membahayakan orang lain.
Balap liar juga bukan sekadar persoalan pelanggaran aturan. Aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar, terutama apabila dilakukan di jalan yang digunakan bersama oleh kendaraan lain.
Karena itu, remaja perlu memahami bahwa jalan raya bukan tempat untuk menguji kecepatan melalui balapan tanpa pengamanan. Keinginan untuk berkumpul bersama teman atau menyalurkan minat otomotif seharusnya tidak dilakukan dengan cara yang mengancam keselamatan.
Orang tua dapat mengambil peran dengan mengingatkan anak agar tidak ikut serta dalam balapan liar, memastikan mereka memahami aturan berkendara, serta membangun kebiasaan berdiskusi mengenai risiko di jalan raya.
Pelanggaran Berisiko Dapat Berujung Sanksi
AKP Rusdi Yunus menegaskan bahwa kepolisian akan menerapkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku terhadap pelaku balap liar maupun pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan bahaya.
Penegakan aturan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keselamatan pengguna jalan. Meski demikian, pencegahan tetap membutuhkan pendekatan bersama, mulai dari pengawasan keluarga, kepatuhan pengendara, hingga peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Orang tua diharapkan tidak mengabaikan perubahan perilaku atau aktivitas anak yang berisiko, terutama jika berkaitan dengan kebiasaan berkendara pada malam hari. Komunikasi yang terbuka dapat membantu keluarga menyampaikan batasan dan tanggung jawab secara lebih efektif.
Masyarakat juga dapat mendukung upaya pencegahan dengan menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila mengetahui aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan di jalan.
Melalui patroli Blue Light dan imbauan kepada keluarga, Sat Lantas Polres Parepare berupaya mengantisipasi balap liar sekaligus mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga Kamseltibcarlantas.
Pengawasan orang tua, kesadaran remaja, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi unsur penting dalam mencegah perilaku berkendara berbahaya. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya kondisi lalu lintas yang lebih aman bagi seluruh masyarakat Parepare.
