Aiptu Herman Ajak Warga Aktif Menjaga Keamanan Lingkungan
Menurut Aiptu Herman, partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Karena itu, ia mendorong warga untuk membangun kepedulian terhadap kondisi di sekitarnya.
Beberapa hal yang dapat dilakukan masyarakat antara lain:
-
Menjaga komunikasi dan hubungan baik antarwarga.
-
Memperhatikan kondisi lingkungan serta aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan.
-
Segera menyampaikan informasi kepada petugas apabila menemukan kejadian mencurigakan.
-
Mengutamakan koordinasi dan penyelesaian masalah secara tepat agar persoalan tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Pelaporan sejak dini dapat membantu petugas memahami situasi dan menentukan langkah penanganan yang sesuai. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak ragu berkomunikasi dengan aparat apabila membutuhkan bantuan atau menemukan persoalan di lingkungan tempat tinggalnya.
Kehadiran Aiptu Herman secara rutin mendapat respons positif dari masyarakat. Interaksi yang berlangsung dalam suasana santai membuat warga lebih mengenal sosok Bhabinkamtibmas dan memahami bahwa polisi dapat menjadi tempat menyampaikan informasi maupun keluhan.
Salah seorang warga mengaku merasa lebih nyaman karena petugas sering datang langsung ke lingkungan tempat tinggal mereka.
“Enak kalau Pak Bhabin sering datang. Kita jadi kenal, jadi tidak takut mau lapor,” ujar seorang warga.
Kedekatan tersebut menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan antara masyarakat dan kepolisian. Ketika komunikasi berjalan baik, warga diharapkan lebih berani melaporkan persoalan sehingga petugas dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Di sisi lain, hubungan yang terjalin secara langsung juga membantu petugas memahami kondisi sosial masyarakat. Dengan demikian, pendekatan pengamanan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kebutuhan warga di wilayah binaan.
Dalam menjalankan tugasnya, Aiptu Herman juga berkoordinasi dengan unsur tiga pilar di tingkat kelurahan. Koordinasi tersebut melibatkan pemerintah kelurahan, Babinsa, serta unsur masyarakat untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Kolaborasi diperlukan karena persoalan lingkungan tidak selalu dapat diselesaikan oleh satu pihak. Komunikasi antara aparat, pemerintah setempat, dan tokoh masyarakat dapat membantu mengidentifikasi persoalan sekaligus mendorong penyelesaian melalui langkah yang tepat.
Melalui koordinasi tersebut, setiap unsur diharapkan dapat saling bertukar informasi dan mendukung upaya pencegahan gangguan kamtibmas. Peran aktif masyarakat tetap diperlukan agar upaya menjaga keamanan tidak hanya bergantung pada kehadiran petugas.
Pada Minggu, 18 Oktober 2026, situasi di Kelurahan Galung Maloang terpantau kondusif berdasarkan bahan informasi kegiatan tersebut. Warga menjalankan aktivitas seperti biasa, anak-anak bermain di lorong permukiman, sementara masyarakat lainnya beraktivitas di rumah masing-masing.
Aiptu Herman tetap melanjutkan sambang sebagai bagian dari upaya menjaga komunikasi dan memantau situasi wilayah binaannya.
Melalui sambang rutin, komunikasi terbuka, dan koordinasi bersama masyarakat, Bhabinkamtibmas Galung Maloang diharapkan dapat terus memperkuat kemitraan antara polisi dan warga. Upaya tersebut menjadi bagian dari pemeliharaan keamanan lingkungan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman. (*)
