Buruh Pelabuhan Cappa Ujung Punya Keluhan, Polsek KPN Buka Ruang Aspirasi

PAREPARE – Persoalan keamanan di kawasan pelabuhan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas bongkar muat maupun arus orang dan barang. Kondisi lingkungan, kenyamanan bekerja, hingga hubungan antarwarga juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban di kawasan tersebut.

Persoalan itu menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan antara jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Polres Parepare dengan para buruh Pelabuhan Rakyat Cappa Ujung, Rabu (4/11/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Jalan Tarakang, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, tersebut menjadi ruang komunikasi bagi para buruh untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun persoalan yang mereka hadapi di lingkungan pelabuhan.

Melalui program Kumpul Bersama Masyarakat (Kubang), kepolisian membuka kesempatan bagi warga untuk berbicara langsung mengenai kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam mengenali persoalan lingkungan, bukan sekadar pihak yang menerima imbauan keamanan.

Kapolsek KPN IPTU Suardi, S.E., bersama jajaran kepolisian setempat, berdialog dengan para buruh untuk mendengar berbagai masukan mengenai situasi di kawasan Pelabuhan Cappa Ujung.

Komunikasi semacam ini dinilai penting mengingat buruh merupakan kelompok masyarakat yang memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas pelabuhan sehari-hari. Pengalaman mereka dapat menjadi sumber informasi untuk memahami persoalan keamanan yang mungkin tidak selalu terlihat dari luar.

Kehadiran ruang dialog di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari pendekatan Polri melalui semangat *Polisi Bersama Masyarakat*. Hubungan antara polisi dan warga diharapkan tidak hanya terbangun ketika terjadi persoalan hukum, tetapi juga melalui komunikasi terbuka dalam kehidupan sehari-hari.

Kapolsek KPN IPTU Suardi menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, situasi yang kondusif tidak bisa hanya bergantung pada kepolisian, melainkan membutuhkan kepedulian dan komunikasi dari seluruh elemen masyarakat.

“Keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Kami ingin masyarakat, termasuk para buruh pelabuhan, memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan dan memberikan masukan. Dengan komunikasi yang terbuka, persoalan dapat diketahui lebih awal dan dicarikan jalan keluarnya bersama,” ujarnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakapolsek KPN IPTU Sunarya, Kanit Reskrim IPDA Fahrul Nurdin, S.H., Kanit Intelkam IPDA Andi Saharuddin, S.H., Kanit Samapta IPDA Harjuna, Kanit Binmas IPDA Abd Wahid, S.H., personel Polsek KPN, serta para buruh Pelabuhan Cappa Ujung.

Bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas di kawasan pelabuhan, keamanan bukan sekadar persoalan kehadiran aparat. Rasa aman juga berkaitan dengan lingkungan kerja yang tertib, hubungan sosial yang terjaga, dan tersedianya saluran komunikasi ketika muncul persoalan.

Karena itu, ruang dialog seperti Kubang diharapkan dapat menjadi jembatan agar persoalan di tengah masyarakat tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi memperoleh perhatian dan tindak lanjut yang tepat. (*)

Posted in Headline and tagged .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *