Mulai dari Pimpinan, Polres Parepare Gelar Sidak HP Bebas Judol dan Pinjol

PAREPARE – Komitmen Polres Parepare dalam memberantas praktik judi online (judol) dan pinjaman online ilegal (pinjol) dimulai dari jajaran pimpinan. Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra memimpin langsung pemeriksaan mendadak atau sidak telepon seluler milik Pejabat Utama (PJU) Polres Parepare, Senin (7/9/2026).

Sidak HP tersebut berlangsung di ruang lobi Polres Parepare, Jalan Andi Mappatola, Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, mulai pukul 08.00 WITA.

Pemeriksaan dilakukan oleh Kasi Propam Polres Parepare IPTU M. Tajrid bersama personel Propam. Kegiatan tersebut turut didampingi personel Si Humas Polres Parepare.

Sejumlah pejabat utama hadir dalam kegiatan itu, antara lain Wakapolres Parepare Kompol Saharuddin, para Kabag, Kasat, Kapolsek jajaran, serta para Kasi.

Sebelum pemeriksaan dimulai, AKBP Phunky Mahendra menegaskan bahwa sidak tersebut merupakan tindak lanjut instruksi pimpinan Polri terkait upaya pemberantasan judi online dan pinjaman online ilegal di lingkungan institusi kepolisian.

Menurutnya, langkah tersebut harus dimulai dari tingkat pimpinan agar menjadi contoh bagi seluruh personel.

“Tidak ada toleransi bagi anggota Polri yang terlibat judi online dan pinjaman online ilegal. Hari ini kita mulai dari saya, dari para PJU. Ini bentuk keteladanan pimpinan. Kalau pimpinan bersih, maka anggota di bawah akan ikut bersih,” tegas AKBP Phunky Mahendra.

Ia mengatakan persoalan judol dan pinjol ilegal tidak hanya berdampak terhadap kondisi keuangan seseorang, tetapi juga dapat merembet pada kehidupan keluarga hingga memicu persoalan sosial dan tindak pidana.

Karena itu, Kapolres meminta seluruh personel Polres Parepare tidak mencoba-coba terlibat dalam aktivitas tersebut.

“Sidak ini akan terus kita lakukan secara berkala dan mendadak. Tidak hanya di tingkat PJU, tetapi juga akan menyasar Kasat, Kapolsek hingga Bintara dan Tamtama,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, personel Propam melakukan pengecekan terhadap telepon seluler milik masing-masing PJU. Pemeriksaan diarahkan pada sejumlah aspek yang menjadi perhatian pimpinan.

Pertama, tim memeriksa aplikasi yang terpasang pada perangkat. Pemeriksaan mencakup aplikasi yang berkaitan dengan judi online, permainan slot, maupun pinjaman online ilegal.

Tim juga melakukan pengecekan terhadap riwayat pengunduhan dan penghapusan aplikasi untuk melihat apakah terdapat aktivitas yang berkaitan dengan platform tersebut.

Kedua, pemeriksaan diarahkan pada riwayat transaksi dan notifikasi. Tim mengecek pesan, email, serta notifikasi yang berkaitan dengan pinjaman online maupun transaksi yang diduga berhubungan dengan aktivitas perjudian.

Ketiga, Propam memeriksa galeri dan file yang tersimpan dalam perangkat. Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk menemukan indikasi seperti tangkapan layar aktivitas judi, bukti transaksi, tautan grup, ataupun dokumen pengajuan pinjaman online.

Keempat, pemeriksaan dilakukan terhadap grup komunikasi, termasuk WhatsApp dan Telegram. Tim memastikan tidak terdapat keterlibatan dalam grup yang mempromosikan judi online maupun pinjaman online ilegal.

Pemeriksaan berlangsung tertib. Para PJU secara bergantian menyerahkan telepon seluler mereka kepada tim Propam untuk diperiksa.

Setelah berlangsung sekitar 40 menit, pemeriksaan berakhir pada pukul 08.40 WITA.

Dari pemeriksaan terhadap jajaran PJU Polres Parepare, Propam menyatakan tidak menemukan indikasi keterlibatan dalam judi online maupun pinjaman online ilegal.

“Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan hari ini seluruh PJU Polres Parepare dinyatakan bersih. Nihil ditemukan aplikasi judol, pinjol ilegal maupun bukti transaksi terkait,” kata IPTU M. Tajrid.

Meski hasil pemeriksaan dinyatakan nihil, Propam memastikan pengawasan tidak berhenti pada kegiatan tersebut.

Menurut IPTU M. Tajrid, pemeriksaan dan pembinaan akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pengawasan internal.

“Ini bukan berarti selesai. Kami akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan. Jika ke depannya ditemukan, maka akan ada sanksi tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Usai sidak, Kapolres Parepare kembali memberikan arahan kepada jajaran PJU.

AKBP Phunky Mahendra mengapresiasi sikap kooperatif para pejabat yang mengikuti pemeriksaan. Namun, ia meminta hasil tersebut tidak menjadi alasan untuk lengah.

“Saya berterima kasih kepada rekan-rekan PJU yang telah menunjukkan komitmennya. Namun jangan cepat berpuas diri. Jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk introspeksi diri dan menjaga keluarga kita. Ingatkan anggota di satuan masing-masing,” kata dia.

Kapolres menekankan bahwa keteladanan pimpinan menjadi bagian penting dalam membangun disiplin personel.

Ia meminta para Kabag, Kasat dan Kapolsek melakukan pengawasan serupa di lingkungan satuan masing-masing.

“Kita bangun Polres Parepare yang Presisi, yang bersih dari judol dan pinjol,” ujarnya.

Dalam arahannya, Kapolres Parepare juga menyoroti dampak judi online dan pinjaman online ilegal terhadap masyarakat.

Menurut dia, persoalan tersebut dapat berkembang menjadi masalah ekonomi keluarga, utang, hingga persoalan hukum ketika seseorang berupaya mencari uang dengan cara instan untuk menutup kerugian atau kewajiban.

“Judol ini merusak mental, merusak ekonomi keluarga dan merusak institusi kita. Pinjol ilegal juga sama, bunganya mencekik, cara penagihannya tidak manusiawi,” jelasnya.

Karena itu, pemberantasan judol dan pinjol ilegal, kata dia, tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan. Edukasi dan pencegahan juga diperlukan agar masyarakat memahami risiko yang ditimbulkan.

Polres Parepare pun berencana memperkuat sosialisasi mengenai bahaya judi online dan pinjaman online ilegal kepada masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, pimpinan Polres Parepare mengarahkan agar pengawasan terhadap seluruh personel diperkuat.

Personel juga akan diarahkan membuat surat pernyataan untuk tidak terlibat dalam aktivitas judi online maupun pinjaman online ilegal.

Selain itu, fungsi Propam dan pengawasan internal akan melakukan pemeriksaan secara rutin maupun mendadak sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Polres Parepare juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang mengetahui adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan personel.

“Kami membuka diri. Silakan laporkan jika ada anggota kami yang menyimpang. Kami tidak akan melindungi. Tindakan tegas pasti akan kami berikan,” tegas Kapolres.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga integritas personel sekaligus memastikan institusi kepolisian tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Upaya pemberantasan judi online dan pinjaman online ilegal juga dinilai membutuhkan keterlibatan masyarakat.

Seorang tokoh masyarakat Kota Parepare mengapresiasi langkah Kapolres Parepare yang memulai pemeriksaan dari jajaran pimpinan.

“Kami mendukung penuh langkah Kapolres Parepare. Ini menunjukkan bahwa pimpinan serius dalam memberantas judol dan pinjol. Semoga bisa menjadi contoh bagi Polres lain,” ujarnya.

Kegiatan sidak kemudian ditutup dengan foto bersama jajaran PJU Polres Parepare.

Pemeriksaan tersebut menjadi penegasan bahwa pemberantasan judi online dan pinjaman online ilegal tidak hanya diarahkan kepada masyarakat, tetapi juga dimulai dari internal kepolisian.

Bagi Polres Parepare, menjaga integritas personel merupakan bagian penting untuk mewujudkan institusi yang profesional, transparan dan dipercaya masyarakat. (*)

Posted in Berita and tagged , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *