Kapolres Parepare Makan Bersama Bonek, Rivalitas PSM vs Persebaya Diingatkan Hanya 90 Menit

PAREPARE – Rivalitas PSM Makassar dan Persebaya Surabaya kembali tersaji di lapangan hijau. Namun, sebelum pertandingan berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Kamis (22/10/2026), Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan memilih membangun suasana persaudaraan dengan mengajak suporter Persebaya, Bonek Mania, makan bersama.

Pertemuan di GOR Mandiri, Jalan Gelora Mandiri, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Parepare, itu mempertemukan unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, panitia pertandingan, serta perwakilan kelompok suporter.

Sekitar 50 suporter Bonek Mania hadir dalam pertemuan tersebut. Sebanyak 38 orang berasal dari Jawa Timur, sedangkan 12 lainnya berasal dari Sulawesi Selatan.

Jamuan makan bersama itu menjadi ruang bagi kedua kelompok suporter untuk membangun komunikasi sebelum pertandingan PSM Makassar melawan Persebaya Surabaya dalam kompetisi BRI Super League 2026/2027.

Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan menekankan bahwa perbedaan dukungan terhadap klub sepak bola tidak seharusnya merusak hubungan antarsuporter.

“Rivalitas hanya 90 menit di lapangan. Setelah itu, kita semua bersaudara. Kami berharap seluruh suporter dapat menunjukkan kedewasaan, menjaga sportivitas, dan menghormati masyarakat selama berada di Parepare,” demikian pesan Kapolres dalam pertemuan tersebut.

Kehadiran Bonek Mania di Parepare turut mendapat pendampingan dari kelompok suporter Red Gank Makassar. Koordinasi antarsuporter menjadi salah satu hal penting mengingat pertandingan mempertemukan dua tim dengan basis pendukung yang besar.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Red Gank dan Bonek Mania sama-sama menekankan pentingnya menjaga hubungan baik selama pertandingan berlangsung.

Komunikasi antarkelompok suporter diharapkan dapat mencegah kesalahpahaman yang berpotensi memicu perselisihan. Terlebih, suasana pertandingan sepak bola dapat berubah cepat ketika emosi suporter terbawa hasil pertandingan maupun provokasi dari pihak lain.

Bagi suporter yang datang dari luar daerah, dukungan kelompok tuan rumah juga membantu mereka beradaptasi selama berada di Parepare. Pendampingan mencakup koordinasi kedatangan, pembelian tiket, hingga penempatan suporter di tribun stadion.

Bonek Mania direncanakan menempati tribun terbuka sisi utara bersama Red Gank. Pengaturan tersebut menjadi bagian dari koordinasi antarsuporter agar kedatangan pendukung tim tamu dapat berlangsung dengan baik.

Selain membangun keakraban, pertemuan itu juga membahas pentingnya mematuhi aturan stadion. Kapolres mengingatkan suporter agar tidak membawa barang yang dilarang atau berpotensi membahayakan penonton lain.

Barang seperti senjata tajam, flare, smoke bomb, korek api, dan benda lain yang berisiko mengganggu keselamatan menjadi perhatian menjelang pertandingan.

Imbauan tersebut berkaitan dengan keselamatan seluruh pihak di stadion, mulai dari pemain, suporter, petugas pertandingan, hingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Kehadiran suporter tim tamu merupakan bagian dari dinamika sepak bola. Namun, kebebasan mendukung klub tetap perlu berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan dan penghormatan terhadap kelompok lain.

Kapolres juga mengingatkan agar suporter menjaga kebersihan dan tidak mudah terpancing provokasi. Hasil pertandingan, menurut pesan yang disampaikan dalam pertemuan itu, tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

Pertandingan PSM Makassar melawan Persebaya Surabaya bukan hanya soal perebutan hasil di lapangan. Kehadiran pendukung kedua tim juga menjadi ujian bagi kedewasaan suporter dalam menjaga batas antara persaingan olahraga dan hubungan sosial.

Karena itu, komunikasi antara Bonek Mania dan Red Gank menjadi penting, terutama ketika tensi pertandingan meningkat. Koordinasi dengan panitia dan aparat juga dibutuhkan untuk memastikan pergerakan suporter menuju maupun meninggalkan stadion berlangsung aman.

Pertemuan di GOR Mandiri memperlihatkan bahwa pendekatan terhadap suporter tidak selalu harus dimulai dari larangan dan pengamanan. Ruang dialog, jamuan bersama, dan kesepakatan menjaga persaudaraan dapat menjadi jalan untuk membangun rasa saling menghormati.

Pada akhirnya, kemenangan memang menjadi tujuan setiap tim. Namun, bagi suporter yang datang dari jauh maupun pendukung tuan rumah, pengalaman menyaksikan pertandingan seharusnya tidak berujung pada permusuhan. (*)

Posted in Berita and tagged , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *